Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryNov 26, '08 1:01 AM
for everyone


Huwaduhh… saya di JItagg sama si Ophy.. suruh buka-buka aib pula. Saking sedikitnya aib yang saya punya, sampai bingung harus nulis apa. HUAAAHAHAHAHAH… (najong abiss guaa!!)

 

Wokeh… nuhun Unii… ini Pe Er nya eykeh launch yuph… (dibikin begini nggak apa khan ya Phy??)

 

  1. TK >> Waktu TK saya pernah punya teman yang rajin bolos dan nggak pernah mandi pagi. SIAL nya dia duduk di samping saya. Saat-saat dia membolos adalah saat-saat yang amat sangat saya sukai, karena terbebas dari bau badannya yang bikin saya mual-mual. Saya heran, kenapa teman-teman saya nggak ada yang protes. Saya yang paling nggak suka memendam perasaan nggak menyenangkan menunjukkan uneg-uneg saya itu dengan tingkah-tingkah menyebalkan, seperti nggak pernah mau membagi bekal saya dengan dia, selalu ngambek sama bu guru kalau memasangkan saya dengan dia pada kegiatan kelas, sampai menolak dengan kasar kalau dia mengajak saya main ayunan saat jam istirahat. Suatu pagi dia datang dengan muka sedih dan memelas duduk di mejanya, di samping saya. Seperti biasa saya memasang wajah masam. Tiba-tiba saja dia menangis meraung-raung sampai bu guru kebingungan, waktu ditanya kenapa dia menangis, dia bilang “Abis.. Asiah jahat, nggak mau main sama akuuu” huahahaha... apakah saya diam saat itu? OHH.. TENTU TIDAAKKK, saya malah memanfaatkan moment itu dan menjawab “Abis kamu nggak pernah mandi... KHAN BAUUU”. Seingat saya sih sejak itu dia selalu mandi pagi huahahahaha....
  2. SD >> Hal yang paling MALAS saya lakukan saat SD adalah kerja bakti dan imunisasi (ini sih takut bukan males huehuehue ;p). Kalau guru-guru udah mulai ada gelagat-gelagat mau ngadain dua kegiatan itu, saya langsung mengatur rencana untuk bisa ngaburrr. Pernah waktu sekolah mengadakan kerja bakti (kerja bakti di sini means nyapu, ngepel, nyikat sekolah dari penjuru yang kelihatan sampe celah yang mojok-mojok, tempat jin biasa buang anak) dan kelas saya kekurangan sapu dan kain pel, saya langsung mencalonkan diri saya untuk menjadi sapu pulang ke rumah untuk ngambil dua perkakas bersih-bersih itu. Image saya yang manis, pintar, penurut, menyenangkan, baik hati dan tidak sombong (kok, sounds like teacher’s pet ya??) saat itu memudahkan saya mendapat izin dari wali kelas. Padahal sampai rumah saya malah menikmati waktu tak biasa itu dengan nonton TV, makan, bahkan tidur. Besoknya waktu guru saya tanya kenapa kemarin saya nggak balik lagi, saya belagak bego dan bilang dengan wajah maniez bikin nggak tega “Saya balik lagi kok pak, itu sapu dan kain pelnya” sambil menunjuk sapu dan kain pel yang baru saya bawa paginya. “Saya langsung kerja Pak, nggak menghadap bapak lagi” dan sepertinya bapak itu percaya saja. Hwaahahaha....
  3. SMP >> Saya pernah kesal sekali sama guru saya yang besar omong. Sebenarnya udah jadi rahasia umum kalau guru ini tukang ngibul. Suatu hari adik saya nangis-nangis datang ke kelas saya dan bilang kalau dia baru saja dimarahin sama guru itu, sampai diancam skors segala. Penyebabnya? Simple... karena waktu selesai olah raga, adik saya dan teman-temannya yang malas berganti pakaian di kamar mandi mengunci kelas mereka untuk para wanita dan mengubahnya sementara menjadi ruang ganti darurat. Sialnya, setelah jam olah raga itu adalah jam guru tersebut. Saat guru itu menggedor-gedor pintu, adik saya berteriak dari dalam “Tunggu bentar kenapa sih? Bawel banget loe cewek-cewek!”. Saat itu suasana langsung SSSIIINGGG : hening. Guru saya itu merasa harga dirinya diinjak-injak langsung berteriak “Hei... siapa itu yang bicara?”. Jadilah adik saya menjadi tersangka utama dan keluarlah ultimatum pelarangan ikut pelajarannya, sampai skors segala, masuk akal nggak?? Saya yang memang dari awal nggak suka sama guru besar omong dan gila hormat itu langsung mendatangi si guru yang sedang mengajar di kelas adik saya dan menuding-nudingnya dengan brutal. Saya nggak ingat persis yang saya katakan saat itu, yang pasti butuh banyak sensor dan bunyi beep beep beep. Setelah itu nama saya dan adik saya menjadi black list di kamus si guru tersebut (atau jangan-jangan semua guru ya??). Sampai sekarang kalau saya ingat kejadian itu suka geli dan merinding sendiri. Untung guru itu cukup waras untuk nggak melanjutkan perkara itu ke meja kepala sekolah. What’s on my mind sih saat itu???
  4. SMA >> Guru olah raga saya waktu SMA pernah memberlakukan peraturan aneh-aneh tentang berpakaian di sekolah. Yang paling aneh adalah larangan memakai gelang lebih dari satu. Teman saya mengakali peraturan ini dengan memakai gelang kawat yang bisa dililit-lilit itu lho, satu gelang dengan efek visual bertumpuk. Suatu hari setelah upacara hari senin, tiba-tiba guru itu melakukan razia pakaian. Sekolah saya gempar seketika. Termasuk saya. Benar saja, saya dipanggil sebagai salah satu tersangkanya. The most stupid punishment on high school was sending students back home earlier. Yang ada bukannya pulang malah ngelayap ke mana-mana laaahhh... seperti saya dan teman-teman saya saat itu. Waktu si guru bilang kami harus pulang untuk mengambil properti yang tidak kami pakai (dalam kasus saya adalah kaus dalam, huahahaha... saya paling malas pake kaus dalam, geraahhh) saya dan teman-teman malah bersorak sorai bergembira (dalam hati saja tentunya). Ke manakah kami saat itu? Ya ke mall laaahhh... nonton bioskop (filmnya: Moulin Rouge, hahaha... tahun berapa ya itu??).
  5. Kuliah >> Duh... yang ini susah nih. Soalnya waktu kuliah, saya alim banget (DAMN.. menyesal!!). So.. bikin nomor 5.5 aja yah..

5.5  Nowadays : Baru hari senin kemarin saya melakukan kebodohan super yang menyebabkan pecahnya perang dunia ke sembilan (huehue lebhayy). Saya yang nggak pernah suka melihat ketidak adilan mengungkapkan rahasia terbesar (well atau jangan-jangan ini bukan yang terbesar ya??) teman saya yang sudah saya simpan sejak bulan puasa kemarin kepada mantannya. Hal itu saya lakukan karena saya merasa terdesak dan terlanjur mengatakan sesuatu yang membuat mantannya itu curiga dan penasaran. Saya yang sebenarnya hanya bertujuan untuk mengatakan hal itu sebagai referensi si mantan saja nggak pernah menyangka kalau si mantan ini malah memancing perang dunia dengan teman saya (well they’re both my friends actually). Saya kaget setengah mati waktu teman saya ini menghujani saya dengan sms hujatan dan sumpah serapah. I was like. LORD... APAAN LAGI SIH INIII??? Tapi.. apa yang dapat saya lakukan? Pelatuk sudah saya tarik... kini tinggal tunggu ledakannya saja. Kita lihat... siapa yang akan mati nanti...

 

HIDUP ADALAH DRAMA...

KITA HANYA PION DAN TUHAN YANG MEMAINKAN SEMUANYA...

 

Berikut para korban berikutnya, kalau mau lihat versi aslinya (dari si Ophy), klik aja di sini..

 

  1. Azzura Dayana
  2. Ivann Makhsara
  3. Aditya Imannudin Suryomurtjito
  4. Rizki Januarsaputra
  5. Ratriyh Achie
  6. Mya
  7. Melody Muchransyah (the silent viewer ^^)
  8. Fajar Nugross
  9. Alanda Kariza
  10. Fadillah Affani

arthepassion wrote on Nov 26, '08
hayo hayo... jangan di view ajha ya...
bikin Pe Er nya ya anak-anak... ^^
theboywithdreams wrote on Nov 26, '08
nah perasaan dari awal juga udah ga enak nih.. huhuh
azzuradayana wrote on Nov 27, '08
gile lue, masa' gue yang number one? disebut 'korban' lagi! ;-(
arthepassion wrote on Nov 27, '08
nah perasaan dari awal juga udah ga enak nih.. huhuh
huehuehuehue...
korban selanjutnya lho Vann ^^
arthepassion wrote on Nov 27, '08
gile lue, masa' gue yang number one? disebut 'korban' lagi! ;-(
you're sitting beside me sist, over those workdays...
so.. you're the first person on my mind ;)

korban : dalam artian yang positif...
bentar lagi khan Iedul Adha...
huahahaha... bagian mananya yang positif ya jadinya?? ;p
passwordnyauddin wrote on Nov 27, '08
aduh bu guruuu...
aku malaaass...

*kabuuur*
Add a Comment