 | what i say... | May 29, 2007 |
|  | Belakangan ini saya lagi keranjingan nonton Junior Masterchef Australia. Sebelum pacar dikirim ke Jambi untuk bekerja, saya sempat minta tolong untuk download semua episode kompetisi memasak buat anak-anak ini dan sampai sekarang nggak pernah bosan rasanya nonton serial itu. Ada beberapa masakan yang dibuat anak-anak itu yang kemudian menarik perhatian saya. Salah tiganya adalah Nonna’s Cottoletta milik Issabella, Curtard Tart milik Sienna dan Lucy, dan yang terakhir adalah masakan yang dibuat oleh Sofia pada penyisihan 12 besar. Chicken and Leek Cannelloni. Coba lihat saja penampakan ini, siapa sih yang nggak tergoda olehnya?  Langsung saja saya buka website mereka dan mencari resep lengkapnya. Dan memang seperti yang sudah saya duga banyak sekali bahan-bahan yang sulit ditemukan di Indonesia (especially Depok) atau kalaupun ada harganya MAAAKKK.. mencekik  Tapi apalah mau dikata, saya sudah terlanjur sangat penasaran. i would definitely go for it. Bulan Mei yang lalu adik ke-tiga saya ulang tahun dan seperti biasanya dia pasti minta dimasakin Lasagna. But then i offer him this dish, he seems interested, so here we go. Resep yang saya tulis di bawah langsung copy paste dari site Junior Masterchef Australia dan ada beberapa bahan yang saya ganti karena nggak bisa ditemukan di Carrefour  ENJOY! IngredientsTomato Passata6 vine-ripened tomatoes 2 tablespoons olive oil 1 clove garlic, thinly sliced ¼ cup fresh basil leaves, torn (saya pakai basil kering) ¼ cup water 1 teaspoon sugar Filling1 tablespoon olive oil 500g chicken breast fillets, cut into thick strips 20g butter 1 leek, finely chopped (saya pakai daun bawang) 1 teaspoon fresh thyme leaves (saya pakai thyme kering) 1 tablespoon plain flour ¼ cup chicken stock ¼ cup cream milk ¼ cup pure cream 2 tablespoons grated parmesan cheese (saya pakai keju chedda biasa) Crepes (untuk crepes saya pakai resepnya Chef John dari Foodwishes)1 cup plain flour 2 eggs ½ cup full cream milk 2 tablespoon vegetable oil 1 pinch salt Method
1. Preheat oven to 200′C. 2. For tomato passata, half fill a medium saucepan with water and bring to the boil. Add tomatoes and cook until skin begins to peel away from flesh. Drain, peel skin and deseed. Slice flesh into quarters. 3. Place a medium saucepan over a high heat. Add oil and garlic and cook for 30 seconds. Add tomatoes, basil leaves, water and sugar and season with salt and pepper. Stir to combine. Bring to the boil, reduce heat to low and simmer until sauce has reduced and thickened. 4. For filling, heat olive oil in a large frying pan. Panfry chicken until golden, remove from heat and shred. Add butter, leek and thyme to the pan and cook over a medium high heat until leeks have softened. Stir in flour and cook for one minute. Add stock and milk and cook, stirring continuously until mixture has thickened. Pour in cream and shredded chicken and stir well to combine. Add salt and pepper to taste and set aside to cool. 5. For crepes, Whisk eggs, add milk, flour, vegetable oil, and salt. Whisking continuously, sit for about one hour. Heat a large frying pan or crepe pan and add a knob of butter. Spoon 2-3 tablespoons of batter into pan and quickly swirl to cover base. Cook until golden, flip and cook for one minute. Repeat with remaining batter. 6. Grease the base of a large baking dish with oil and spread ¼ cup of tomato passata over base. Place a crepe on a large board and spread approximately ¼ cup of chicken mixture down the center. Roll up and place in baking dish. Repeat with remaining crepes and chicken mixture. Pour tomato passata over finished cannelloni and pour over cream. Top with parmesan cheese and bake for 25-30 minutes. Dan saya benar-benar terpana sama rasanya, ternyata emang enak banget. Puas banget sama hasilnya. Aziz juga suka banget, in fact semua keluarga saya suka. Nggak sampai satu jam loyangnya udah bersih lagi. Nggak heran juri Masterchef itu suka.. you should try this! highly recomended  Good luck in the kitchenUniBee
|
Pastinya ini bukan soundtrack biasaaaa... jujur saya suka sekali sama lagu ini. Setelah penasaran dengan duet para sahabat dari Hermesian (Tasya dan Djawa) akhirnya bisa denger langsung hasilnya.
I ALWAYS LOVE Bluesummer's music, Endy seperti selalu bisa mengintip ke dalam hati semua orang yang sedang merasakan sesuatu yang istimewa dan menuangkannya dalam bentuk lagu. Saya nggak tau kali ini mengintip ke dalam hati siapa, tapi lagunya jatuh cinta bangeeett..
LOVE IT!!!
Satu Dalam Sejuta Hasta(soundtrack Hermes Duets by @thehermes) by. Bluesummer Projectfeat. Artasya Sudirman & Asyharul FityanOohh.. yeah..Beruntung bumi bulat hingga kita selalu duduk di sisi yang samaBeruntung ada udara hingga nafas yang kuhirup nafas yang kau helaBeruntung kita slalu satu meski dalam jarak berjuta hastakuingin selalu ada di dekatmuku ingin selalu ada untuk kau sentuhsaat jarak terasa jauh mimpi indah membawamu kepadakuohh..selalu satu dalam berjuta hastatakkan ada yang bisa pisahkan kisah kitasimpan rasa untuk satu masa, kita kan bersatu dalam cintaBeruntung ada samudera kan kukayuh perahu rindu agar sampai ke tempatmusemua jalur kulalui semua arah mata angin kukirim pesan iniusah melintir lara karena senyummu adalah alasan ku diciptakuingin selalu ada di dekatmu ku ingin selalu ada untuk kau sentuh saat jarak terasa jauh mimpi indah membawamu kepadaku ohh.. selalu satu dalam berjuta hastatakkan ada yang bisa pisahkan kisah kitasimpan rasa untuk satu masa, kita kan bersatu dalam cintausah melintir lara karena senyummu adalah alasan ku diciptakuingin selalu ada di dekatmuku ingin selalu ada untuk kau sentuhsaat jarak terasa jauh mimpi indah membawamu kepadakuohh..selalu satu dalam berjuta hastatakkan ada yang bisa pisahkan kisah kitasimpan rasa untuk satu masa, kita kan bersatu dalam cintaohh.. simpan rasa untuk satu masa, kita kan bersatu dalam cintacintaa...ku sayang kamu my baby show me some love my honeycintaa...ku kangen kamu my baby, wanna get close to you enjoy -bee-041210
|  | Yuhuuu... apa kabarnya MPers? missing me?? owh pastinyaaa saya kan ngangenin *dilempar cobek*Oke oke jangan ditutup dulu windowsnya, yuk baca lagi sampai habis yuukk karena saya mau posting resep baru. Kangen juga masak sambil foto-foto kayak gini. Mari ibu-ibu, jeung jeung dan remaja puteri lainnya kita masak-masak lagi  Kali ini paduan antara ayam goreng a la western dengan saus asam manis a la eastern. Untuk ayamnya saya hanya menggoreng paha ayam fillet (tanpa tulang) dengan tepung panir (jadi semacam katsu) mengadaptasi Buttermilk Fried Chicken dari Chef John yang menggoreng ayam potong (dengan tulang) dengan tepung terigu (jadi semacam KFC). Here goes... 'Milk Marinated Fried Chicken' with 'Saus Asam Manis'
Ingredients: Milk Marinated Fried Chicken 2 Paha ayam (utuh) buang tulangnya --> biasa disebut chicken chop, kita bisa minta tolong sama penjual dagingnya untuk memisahkan daging dengan tulangnya. cabe bubuk merica bubuk thyme pala bubuk garam 150 ml susu cair tepung roti / tepung panir 2 butir telur ayam
Saus Asam Manis 2 kentang (potong dadu kecil lalu goreng setengah matang) 1 wortel 5 jamur champignon brokoli 1 paprika hijau (saya nggak punya, jadi pake cabe hijau besar aja) nanas (saya nggak punya, akhirnya pake selai nanas ajah) 1 butir bawang bombay (iris tipis) 3 siung bawang putih (dicincang) 1 daun bawang (iris kecil) 1 botol kecil saus tomat 1 sdm saus sambal 1 sdm saus tiram 1 sdm kecap asin 1 sdm minyak wijen garam dan merica Basil kering
Cara membuat Milk Marinated Fried Chicken Sirami ayam dengan susu sampai terendam Tambahkan lada bubuk, merica putih, pala bubuk, thyme kering, dan garam Aduk rata lalu rendam semalaman, masukkan ke dalam kulkas Setelah direndam semalaman, keluarkan dari kulkas Kocok lepas dua butir telur Gulingkan ayam satu per satu ke dalam telur, lalu gulingkan di tepung panir (lakukan dua kali) Setelah itu goreng (deep fry) sampai kecoklatan Angkat dan tiriskan
Saus Asam Manis Tumis bawang bombay dan bawang putih Masukkan jamur, tumis sebentar Masukkan wortel dan brokoli Tambahkan saus tomat, saus sambal, saus tiram, selai nanas, kecap asin, basil kering, garam dan merica Tambahkan sedikit air (sekitar 1/2 cup) Masukkan paprika hijau dan kentang Masukkan daun bawang (optional)Tambahkan minyak wijen untuk aroma Masukkan ayam goreng dan aduk merata Angkat, dan sajikan dengan nasi putih
Rasanya hhmmm.. nyammyyy... Walaupun agak ribet dengan persiapan bahan-bahan dan ayam gorengnya, semuanya akan terbayar dengan hasil akhirnya. Saya sempat sakit selama seminggu lebih kemarin itu, akhirnya nggak masuk dapur sama sekali dan masakan ini benar-benar membayar rasa rindu saya sama dapur. Semakin senang karena keponakan pacar yang sedang sakit dan sempat nggak mau makan beberapa hari akhirnya tergiur dengan masakan ini dan makan dengan lahap. Cihuyyy.. Have a nice weekend -bee-041210 |
 Yuhuuu... it's been err.. over one month since my last post? hehehe... Saya sedang membenahi rumah saya yang baru. Beberapa kali saya post sesuatu dan meneruskannya ke twitter dan facebook, jadi mungkin sudah pernah ada yang iseng-iseng mampir ke rumah baru saya itu? Mungkin juga tidak? Dunno haha..  Barusan saya buka lagi MP ini dan menemukan begitu banyak postingan baru yang menarik untuk diikuti, rasanya kangen juga sama teman-teman di sini.. So, sesekali saya akan menginap di rumah yang ini, mungkin berlibur? mungkin untuk tamasya? (what is your point Asiah??) nyenyeee... suka nggak jelas emang hahahaha... Sebenernya melalu post ini saya cuma mau ngasih tau kalau sekarang saya punya rumah baru, saya akan lebih sering menulis di sana, karena di tempat itu semua orang bisa meninggalkan jejak. Walaupun jejak yang ditinggalkan tak sebanyak yang di sini, tapi saya merasa lebih nyaman di sana. So... kalau teman-teman berkenan, sila mampir ke rumah baru saya. Tapi seperti yang saya tulis di judul, mungkin sesekali saya tetap akan kembali ke sini. Have a nice day, everyone  -bee- 150910
To grow old with you and be happy as you always makes me......Happy Birthday my dear Reza Ihsan... May Allah always showers you with happiness and health
Forever
|  | *WARNING* Masakan ini akan mengandung begitu banyak kandungan lemak yang enak-enak dan disinyalir bisa membubarkan secara instant misi diet saudara saudari sekalian. Kalau kata Aziz rasanya mantab, jadi... jangan salahkan saya kalau kemudian malah ketagihan hehehehe... *wink*
BahanSpaghetti (bisa diganti fettucini)2 buah dada ayam utuh2 cups kaldu ayam (karena saya nggak ada kaldu ayam, jadi cukup melarutkan dua blok maggy chicken blok dengan dua mangkuk air)5 siung bawang putih dicincang halus250 ml cream cair1 sdt black pepper2 kuning telur3 sdm parsley yang sudah dicincang1 block keju quick melt, diparut kasarBahan Garlic bread4 lembar roti tawar tebal atau baguette (french bread)3 siung bawang putih, ditumbuk halus3 sdm unsalted buttergaram1/2 sdt merica putihCara membuat Garlic breadCampur bawang putih yang sudah ditumbuk halus dengan butter, garam, dan merica putih bubuk. Aduk hingga rata.Oleskan di atas roti tawarpanggang dalam oven selama kurang lebih sepuluh menit, sampai agak kering. Angkat dan sisihkan.Cara membuat Spaghetti Rebus dada ayam pada air kaldu, masing-masing sisi selama lima menit lalu matikan api dan tutup panci selama 15 menit.Setelah 15 menit angkat dada ayam dan potong kecil-kecil (lihat gambar)Rebus kembali air kaldu hingga kembali menggelegak. Masukkan bawang putih dan black pepper. Setelah itu masukkan cream cair. Masak sebentar.pisahkan dua butir telur dari putihnya. Gunakan hanya kuningnya saja.Tempering egg yolk: masukkan satu sendok makan adonan cream panas ke dalam kuning telur, aduk hingga merata. Ulang hingga tiga kali sampai temperatur kuning telur sama dengan cream yang ada dalam panci.
Masukkan semua adonan kuning telur yang sudah disesuaikan temperaturnya ke dalam panci. Aduk cepat dengan wishker hingga merata. Tunggu sebentar lalu matikan api.Rebus spaghetti dalam air mendidih yang sudah diberikan sedikit minyak. Sesuai dengan petunjuk yang ada di belakang bungkus. Masak hingga al dente.Sisihkan airnya lalu kembalikan spaghetti ke dalam panci. Masukkan parsley dan setengah keju parut. Masukkan adonan cream, aduk hingga merata.Tutup hingga 5 menit.Masukkan ayam dan sisa keju parut, kembali aduk merata. Lalu tutup kembali.Sajikan dengan garlic bread.VOILA!! Just like you order on the five star hotel or fancy restaurant ...ENJOY... -bee- 010810
|
Link: http://hermesian.wordpress.com/2010/07/28/e-magz-3-hermes-constellation/ ********************************************* The Hermes and Blue Summer Band proudly present: HERMES E MAGAZINE 3rd EDITION HERMES CONSTELLATIONS
Pay it with your tweet and... ENJOY ********************************************* Realita mungkin bisa berdesakan ingin muncul menjadi yang terhebat, Menghimpit rasa menghimpit raga menghimpit segala ruang yang penuh sesak oleh cinta. Namun di langit sana, kita selalu punya ruang untuk melukis asa, Di langit sana pasti ada kesempatan untuk menggantung mimpi dan menjaganya sehingga menjadi nyata. Lewat tarian jemari, kita lukis langit dengan kata Dengan konstellasi yang seolah bicara, bahwa bersama kita pasti bisa meraih segalanya. Sitty Asiah, Editor
Setelah beberapa kali gagal ikut menulis di beberapa penawaran Antologi, akhirnya Yana kembali menawari saya menulis untuk sebuah antologi yang sedang digarapnya.
Kira-kira dua bulan yang lalu, Yana menawari saya untuk menulis cerita menyentuh tentang sahabat. Hummm.... agak kebingungan juga, cerita sama sahabat yang mana ya yang mau saya tulis? ehehehehehehehe *sok kebanyakan sahabat*  . But then akhirnya saya memilih kisah bersama dia, untuk ditulis. Dia yang selalu menemani saya selama 3 tahun mengemban ilmu di ranah FIB UI. Dia yang punya kebiasaan sangat bertolak belakang dengan saya. Dia yang pernah memusuhi saya karena laki-laki, dia yang menemani saya saat mengidap penyakit cukup serius, dia yang membuat perayaan ulang tahun khusus untuk saya di dalam kamar, dia yang sempat takut saya cepat mati, dia yang selalu paham apapun yang saya maksud bahkan sebelum saya benar-benar menjelaskannya. Dia yang membuat saya ingin terlahir sebagai laki-laki, because i definitely will marry her (okay, that sounds scarry  ). Dia yang saya beri julukan 'A Girl In Polkadot Socks'.
Saya pernah post tulisan tentang dia beberapa saat yang lalu, tapi karena sekarang tulisan itu sudah diabadikan dalam sebuah buku, maka saya private lah postingan tersebut hehehehe...  .
So, this is it... buku antologi ke dua saya, setelah Bunuh Diri Massal 2008 yang terbit awal tahun lalu. Kalau antologi tahun lalu saya menulis fiksi, kali ini non fiksi.
**************************************************************** *********************************************
Category : Books Genre : Literature & Fiction Author : Tasaro, Sinta Yudisia, Melvi Yendra, dkk (termasuk sayaaaa)
Begitu dahsyatnya makna sahabat, Aristoteles sampai mengatakan bahwa sahabat laksana satu jiwa yang terdapat dalam dua tubuh. Dan lihatlah, sahabat memang dihargai karena kesetiaan dan penerimaannya terhadap "apa adanya" kita, bukan terhadap "ada-apanya" kita.
Namun, apa yang terjadi jika sahabat kita berubah? Atau bahkan, tanpa kita sadari kitalah yang berubah sebagai sahabat?
Kisah-kisah nyata di dalam buku ini bercerita tentang segala hal yang dapat terjadi di dalam sebuah persahabatan. Kegembiraan, kehebohan, kemarahan, tangisan, hingga kehadiran cinta yang terasa unik.
Sangat inspiratif, mengharukan, dan mengajak kita untuk meninjau ulang relief persahabatan yang kita miliki. Masihkan ia berharga, atau tak perlu lagi kita jaga?
********************************************* ****************************************************************
Diterbitkan oleh kantor saya dulu, Lingkar Pena Publishing House, seharga Rp. 32.000,- kalau kamu beli di Pesta Buku Jakarta sekarang ada discount 20% (lumayan kaaannnn ).
Oh iya, sebelum terjadi penodongan yang kurang diinginkan, dengan ini saya beritakan lebih lanjut. Bahkan ande saya aja saya suruh beli gitu lohhh. So, beli yaaahhhh jangan nodong gratisan melulu, kapan lakunya kalo begitu? ehehehehehe... piss out ^^v
Atas perhatian dan kerjasamanya saya ucapkan terimakasih banyaaakkkk... Last but not least... GO HOLLAND!!! 
-bee- 080710
 | Category: | Movies | | Genre: | Comedy |
Howrait.... this is my first review of twilight saga. Saya, secara bangga menyatakan bahwa telah mengikuti ketiga serial kisah cinta antara vampire, manusia, dan serigala jadi-jadian tersebut secara lengkap. Seri pertama bahkan saya tonton sampai dua kali (dan yes dua-duanya di bioskop) demi mencari pembuktian atas belingsatannya para wanita dari berbagai tingkat usia ketika disuguhkan sesosok vampire bernama Edward Cullen tersebut. Tapi maaf para sejenis, saya bahkan sampai saat ini (setelah menonton 3 serial saga tersebut plus Remember Me) tak bisa menemukan satupun alasan untuk ikutan belingsatan ketika melihat sosok makhluk berkulit pucat, bergigi tajam, dan bermata merah tersebut. Humm... saya sarankan kalian mulai menonton kuis Super Family di ANTV deh, itu yah pembawa acaranya... hmm... charming to the max 
Serial kedua saya tonton bersama Ardiyan yang sepanjang film nggak berhenti bersumpah serapah dan tiba-tiba meneriakkan kata F pada adegan Bella menyatakan perasaannya sama Jacob (kalo nggak salah). Saya sampai kaget dan malu sendiri. Tapi teman-teman, pada serial ke tiga ini, di mana saya pergi menonton bersama pacar, di mana saya seharusnya behave (yeah rait kayak pernah aja huahahaha) saya malah melakukan apa yang Ardiyan lakukan dulu. Menyumpah serapahi banyak adegan dan 'hampir' meneriaki kata F di beberapa adegan. Terutama saat di puncak gunung itu, saat Jacob dibakar cemburu mendengar Bella dan Edward akan menikah. KOK YA MAU AJA DIGITUIN SAMA CEWEEEKKK.... 
So... here goes the review.
Eclipse : Twilight Saga Cast: Masih sama kayak yang kedua dulu kok, ditambah beberapa pemain baru dan dikurangi beberapa tokoh yang di serial kedua dibuat MATI oleh penulis. Director: David Slade Screenplay: Melissa Rosenberg Based on a novel written by: Stephany Meyer
Di seri kedua kemarin cerita berakhir pada pernyataan Edward yang membuat Bella dan beberapa penonton terkesiap, Ia ingin menikahi gadis homo sapiens tersebut. Jadi, itulah awal dari seri yang ini. Bella dan Edward sedang bersantai di taman bunga yang indah, Edward berkhayal tentang pernikahan mereka nanti, dan Bella sibuk belajar bahasa Inggris, karena besoknya dia ada ujian mata pelajaran tersebut. Well normal... 
Lalu muncul lagi Victoria yang menciptakan tentara vampire di Seattle untuk menyerang keluarga Cullen dan membunuh Bella. Keluarga Cullen yang tahu tentang hal ini akhirnya bekerjasama dengan keluarga serigala jadi-jadian untuk menumpas tentara Victoria itu dan melindungi Bella. Lalu, di mana letak missed gender yang saya koar-koarkan di QN kemarin malam??? mari bahas di paragraf selanjutnya.
Jadi sesaat sebelum menonton film ini, saya menemani si Dying Breed tersayang makan malam. Saat makan malam itu kami membahas sesuatu tentang laki-laki dan perempuan. Saya bertutur bahwa perempuan, terkadang punya satu kecenderungan untuk men-deny hal-hal yang tidak membahagiakan. Seperti saat menyukai seseorang, perempuan punya kecenderungan untuk membaca gelagat laki-laki yang ia suka itu ke arah yang baik (dalam kata lain gede rasa). Contohnya, laki-laki itu nanyain udah makan atau belum (padahal cuma basa basi) yang perempuan merasa laki-laki itu naksir balik sama dia. Kasus kebiasaan perempuan yang lainnya, yaitu saat sedang 'terlalu dekat dengan pasangan' biasanya perempuan punya kecenderungan untuk menahan gerakan-gerakan berlebihan dari si laki-laki, untuk mempertahankan 'benteng' mereka. Tahu kan maksud saya?  nah mari kita sesuaikan dengan film ini.
Lihat adegan Edward dan Bella saat ditinggal berdua di rumah keluarga Cullen. Bella dengan 'semangat' menyerang Edward di tempat tidur, namun saat gerakan Bella dinilai terlalu agresif Edward menahannya dan memberikan argumen tentang pernikahan dan bla bla bla... OK boy... itu seharusnya adalah LINE NYA BELLA!!! Plis deh, seharusnya perempuan yang nuntut-nuntut dinikahi dulu baru diserang bentengnya. Itu hal yang sudah biasa, tanya deh sama Oprah Winfrey, dia pasti setuju sama saya.
Adegan selanjutnya adalah saat Jacob dengan 'maksa' nya berusaha meyakinkan Bella bahwa dia juga punya perasaan yang sama terhadap manusia serigala tersebut. Dia bilang “Kamu juga punya perasaan yang sama dengan aku Bella, kamu cuma belum menyadarinya saja” (sori bahasa Inggris saya suck jadi terjemahin bebas aja deeh). Dan dialog itu MY FRIEND.. seharusnya JUGA adalah line nya Bella. In denial semacam itu, biasanya dipunyai perempuan, OK mungkin nggak semua perempuan, mungkin juga nggak kebanyakan perempuan, tapi laki-laki? Serigala jadi-jadian pulak... APA ITU BAHKAN BISA MASUK PIKIRAN LOGIS KALIAN WAHAI PENONTON YANG BUDIMAN???
Oke, itulah dua contoh 'massive missed gender' yang bisa saya sajikan di ruang baca teman-teman. Untuk lebih lengkapnya silahkan pergi ke bioskop-bioskop kesayangan anda dan beli tiketnya, duduk yang rapih dan selamat menikmati... Saran saya, jangan nonton sendiri ya, saya khawatir anda akan memakan busa kursi bioskop saking emosinya. Jadi mending bawa partner. At least lengan dia lebih memadai untuk digigit. Nyenyenyenyenyenyenye.... 
nb. Lengan pacar saya aman kok, yang saya gigitin adalah lengan orang sebelah kiri saya kemarin itu *piwww* 
have a nice saturday people..
cherios -bee- 030710 
Isn't it amazing how a person who was once just a stranger, suddenly meant the world to you? Isn't it awesome how God write the story of our life? How we are meant to meet each other to take lessons? How we have to cry to earn our laugh, how we have to broke our heart to earn love? How we have to meet the wrong person to really see the right one. It happened to me...
Saya nggak begitu ingat kapan pertama kali mendengar namanya disebut dalam percakapan bersama seorang teman. Yang pasti Adit Ting2 (teman saya ini) sangat antusias begitu menyebut namanya dan bercerita tentang semua tingkahnya. “Lo tau Dying Breed kan Asiah?” begitu katanya saat itu. Saya nggak begitu ngeh dengan istilah tersebut. Baru setelah dijelaskan saya mengerti, Dying Breed adalah sebutan untuk semacam spesies atau varietas yang hampir punah. Teman saya ini menyebut laki-laki itu Dying Breed, sesuai dengan pemikiran dan perilakunya sehari-hari. “Cowok macam apa yang bertahan nunggu cinta yang bertepuk sebelah tangan selama tujuh tahun?” Ini keanehan nomor satu. “Dia pernah baca tulisan 'inhaling may cause fatality' di kemasan botol sebuah pewangi ruangan, tapi karena penasaran dia hirup aja itu cairan beracun ke mulutnya, dan dia masih hidup!” ini keanehan nomor dua. Entah berapa keanehan lagi (yang tak begitu saya ingat) berdasarkan cerita Adit, membuat saya membayangkan sosok makhluk tersebut. Kurus cungkring, berkulit hitam, rambut keriting, gigi tak beraturan, muka kucel dengan jerawat di mana-mana, semacam ogre yang dengan murah hati diturunkan Tuhan dari langit, supaya manusia bersyukur dengan keragaman fisik yang mereka terima. The famous dying breed = A Green Ogre, begitu bayangan saya waktu itu hehe.. 
Sampai suatu kali saya janji nonton film 3 idiots di Pacific Place bersama Rizki. Di sana (saya pikir) untuk pertama kalinya saya bertemu dengannya. Saya ingat sekali kami sedang di eskalator saat itu, waktu saya menyadari bahwa laki-laki berwajah aneh dan berperut gembul yang dikenalkan Rizki sebagai sahabat SD nya itu adalah orang yang sama dengan Dying Breed yang diceritakan Adit. Lalu semua kisah itu berkelebat lah di benak saya, then... hey.. ternyata Dying Breed bukan Green Ogre hahahaha... Sejak saat itu, setiap kali saya janji nonton bareng dengan Rizki dia pasti ikut hadir di sana. Ow.. iya, The Dying Breed got a name actually, it's Reza Ihsan a.k.a Jai...
Saya nggak pernah membayangkan bahwa perkenalan dengan Jai bisa membawa perubahan cukup besar dalam hidup saya. Jai adalah laki-laki yang menyenangkan, setiap bersama dia (siapapun orangnya) pasti akan tertawa bahagia. Nggak usah melakukan apapun lah, bahkan ande saya pun bilang “Diem aja udah bisa bikin ketawa Kak” begitu katanya. He brings all the happines to the air. Setiap bersama dia pasti menyenangkan. Dan butuh waktu cukup lama bagi saya untuk menyadarinya...
Mencintai, bagi saya adalah sesuatu yang datang dari hati. Terlalu personal, hingga saat orang yang kita cintai tak membalas perasaan itu, rasanya bukanlah sebuah permasalahan besar. Jadi saya sangat mengerti dengan contoh kasus nomor satu yang Adit ceritakan di awal tadi “cowok macam apa yang bertahan nunggu cinta yang bertepuk sebelah tangan selama tujuh tahun?” well... saya cukup mengerti dengan hal ini, karena pernah mengalaminya saat SMU dulu. Cinta pertama saya, bertepuk sebelah tangan, dan perasaan itu tetap saya pertahankan bahkan sampai menjelang lulus kuliah. Apa itu hal yang aneh? Bagi sebagian orang mungkin iya, tapi bagi saya... itu biasa.
Saya beberapa kali terlibat dalam sebuah hubungan yang tak memberikan keuntungan apapun. Saya tahu cinta bukanlah sebuah produk yang diperjual belikan, tapi dengan usia yang bertambah tua setiap detiknya, mau sampai kapan saya terlena pada sebuah rasa yang nggak akan mengarah ke manapun? Dengan kesadaran semacam ini, susah payah saya tinggalkan orang yang saya cintai sejak satu tahun yang lalu. Segala macam cara saya coba sampai rasanya ingin menyerah saja. Terlalu sakit, terlalu banyak air mata, tak bisa membayangkan satu hari saja tanpa dia. Tapi sesakit apapun rasanya, seluluh lantak apapun saya pada akhirnya nanti, saya tahu meninggalkan dia adalah keputusan yang benar. Jika memang Tuhan sudah menggariskan takdirnya, bahwa saya dan dia memang diciptakan untuk satu sama lain, maka kapanpun itu, pada akhirnya kami akan bersama. Tanpa harus membuat siapapun sakit hati.
Beruntung saya punya begitu banyak teman yang bisa mengalihkan perhatian dan pikiran saya darinya, salah satunya adalah Jai. Jujur saya sedang tak berharap rasa apapun datang di hati saya saat Jai mencoba menyentuhnya dengan perhatian-perhatian kecil. Tawa demi tawa yang dia sajikan, pertanyaan-pertanyaan yang tak umum ditanyakan seorang teman, dan sorot mata yang yah.. saya tahu itu bukan sekedar sorot mata persahabatan. Dia punya atensi berbeda pada saya, entah apa, tapi apapun itu, saat itu saya tak begitu peduli. Hati yang luluh lantak, kadang perlu ruang untuk kembali bisa dibenahi. Semacam puzzle yang berantakan, perlu beberapa saat untuk bisa disusun kembali. Tapi dia bertahan menunggu ruang dan waktu itu. Yang lain mungkin sudah pergi, menyerah, tapi Jai tidak.
Sekitar sebulan yang lalu, saya mulai menikmati kedekatan dengan dia. Percakapan yang berlangsung hampir setiap hari, begitu nyaman dan hangat. Saya suka caranya selalu ada tanpa terkesan menuntut apapun, saya suka setiap pertanyaan yang dia ajukan, saya nggak pernah menemukan laki-laki se-aneh dia. Dan seperti yang sudah Tuhan berikan pada saya entah sejak kapan, saya memang selalu bisa tunduk pada sebuah keanehan. Karena sayapun aneh, dan nggak banyak orang yang bisa bertahan pada keanehan saya sebegitu lamanya. Sampai akhirnya di suatu kali saya mulai merasakan hal yang berbeda, saya mencari dia. Saat satu hari dia nggak muncul di percakapan bbm, saya mulai merasa kehilangan. He got me... Jai really hit me on the right place. Dan kembali saya pasrah, kalau memang ini akan berakhir luluh lantak lagi, saya ikhlas (atau mencoba untuk berpura-pura ikhlas). Yah kalau sudah benar-benar nggak bisa ikhlas lagi, saya akan pergi ke tibet, daftar jadi biksuni, hahahahaha... kidding 
Ternyata Tuhan sudah merasa cukup percaya pada saya kali ini, dia merestui perasaan yang tumbuh di hati saya. Karena ternyata Jai pun memang benar punya atensi itu terhadap saya. Setelah entah berapa lama saya menunggu, entah berapa 'umpan' (sumpah saya nggak nemu kata lainnya) saya lemparkan, akhirnya dia menyatakan hal itu. Singkat cerita... saya dan dia kini bersama. Barulah setelah itu (melalui cerita dia) saya menyadari banyak hal yang sempat saya lewati. Salah satunya adalah hari pertama kami benar-benar berkenalan. Ternyata sekitar seminggu sebelum nonton bareng di Pacific Place itu, kami sudah pernah berkenalan. Tepatnya tanggal 14 Februari 2010, di acara launching buku Adriana milik Tasya, sahabat saya. Sampai saat ini saya bahkan nggak mengingatnya sama sekali hahahahahaha... maaf yaaaa...
Nah, sekarang kembali pada pernyataan awal tadi. Isn't it amazing how a person who was once just a stranger, suddenly meant the world to you? Cukup menakjubkan, bagaimana Dying Breed yang hanya sekedar kisah saja bagi saya, kini malah menempati ruang paling luas dalam hati saya. Dia yang dulu adalah Ogre ternyata adalah "..." (isi sendiri) yang kini perlahan menyusun puzzle yang berantakan itu, untuk kembali menemukan bentuk sempurnanya.
Terimakasih untuk semuanya ya, sepertinya Tuhan memang menunggu untuk bilang ke aku, kalau yang kubutuhkan adalah kamu 
-bee- 170610
Aku teringat saat kita bicara tentang langit, Di sana ada satu bintang cemerlang yang kita sebut bintang hati, Berbatas jarak matahari...
Siangku adalah malam mu, Lalu lelapmu adalah tirai-tirai pembuka hari bagiku. Di sanalah batas matahari menari di antara cakrawala kita.
Lalu bintang hati, selalu ada membantu kita bicara. Hingga rasa bisa tersampaikan, Dalam pelukan hangat mentari dan dekapan sejuk malam.
Semesta langit, begitu luasnya ia... Gagah mempertontonkan kekuasaannya akan waktu. Lalu menebar kesombongan lewat jarak yang menyesakkan.
Sudahlah! Lupakan semua derita yang selama ini kau sangka abadi. Buka matamu lebih luas, Menembus kegagahan semesta tersebut.
Lupakan kesombongan yang selama ini membuatmu terpaku, merasa tak berdaya. Bersahabat saja dengan bintang hati, melompati batas matahari..
Berbahagia, tak akan jadi sulit lagi... 
-bee- 040510
Gambar diambil dari sini.
To the dearest, thanks for being my other mono. Together we're gonna be a great stereo *uhuk*
Sebenarnya lagu ini sudah bisa dinikmati di home page jurnal ini, tapi saya mau berbagi liriknya juga di sini. Composed and Writen by a friend of mine Endy Daniyanto who is also the front man of Blue Summer Band. Seperti biasanya, saya selalu suka lagu-lagu blue summer, easy listening with great and simple lyrics. Way to go Endy 
You can download this song HERE, or get the html code to put it on you blog HERE.
..ENJOY..
Make Your Move
Take a step, come closer And a little little bit forward Take a breath, think slower And speak a little bit louder
Slowly gently move a little closer to me I need you to tell me, that you do love me
So make your move (i want see the real you) Make your move (don't turn around) Make your move (there's no more time) Make your move
I need confirmation But you give me hesitation Just ask me the question And i'll say what you want me to say
Softly strongly put a little trust to me And you need to ask me, will you marry me
So make your move (i want see the real you) Make your move (don't turn around) Make your move (this is our chance) Make your move
Cos we are not a children anymore We're not playing games anymore It's either we win or lose Why don't you make your move Make your move
So make your move (i want see the real you) Make your move (don't turn around) Make your move (there's no more time) Make your move
So make your move (i want see the real you) Make your move (don't turn around) Make your move (this is our chance) Make your move
-bee- 040610 | Make Your Move | | Andre Ramadhan | | Blue Summer | |
Karya (hihi... apa sih bahasanya --") ini ditulis ketika kehilangan harapan karena sedang terjangkiti virus kebosanan yang super akut, lalu PLN dengan riang gembiranya membunuh aliran listrik sekitar rumah saya. Maka berjalan lunglailah saya ke ruang tamu dan duduk bersender di sofa, sambil mendengarkan gemerisik daun-daun yang bersentuhan disapa angin. Blackberry di tangan, timeline twitter sedang tak begitu menarik, menarilah jemari saya merangkaikan kata-kata. Eeeehhh malah keterusan, ya udah kirim aja ke @puisikita siapa tau diRT hihi 
Dan apalah pentingnya sih keterangan di atas, yuk simak puisinya aja langsung yuk...
 Dongeng Selayak
Selayak karam, dia terdiam tak percaya pada apa yang telah terjadi dalam hidupnya. Tersesat, bagai dewa yang kehilangan para penyembahnya.
Selayak perang, mereka berdiri terpaku melihat luka menganga pada dunia. Terbangun, ingin melawan tapi hati telah lama lumpuh
Selayak gulita, aku tersadar sudah sedemikian jauh tersesat ditelan cahaya Ingin kembali, namun masihkah cintaku dipercaya?
Selayak biru yang dihantui perasaan Seharusnya ia tersadar, kalau pelangi sudah jatuh cinta pada awan. Dialah biru, tiada kelabu
Selayak kopi yang memaksa hadir di perjamuan minum teh. Rindu, setengah mati percaya, suatu saat rasa dalam hatinya akan berbalas bahagia
Kini selayak degupan tak berhenti dalam dadaku. Sepertinya kata tak lagi sanggup bicara. Sebab nyata adalah segalanya.
-bee- 240510
Dedicated to two birthday Hermesians Luckty and Chicko. Hope you both enjoyed it as much i enjoyed writing it 
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Once i watch this movie, i say to my self right away, this movie so gonna be the next movie that i will write the review. Gila ini film mencengangkan abis, dari awal sampai akhir cerita kita nggak berhenti disuguhkan kejutan-kejutan yang pastinya akan membuat kita berfikir, begh... ini apa lagi? Nggak cukup apa ya kejutan di awal tadi? Kapan ya terakhir kali saya merasakan hal ini saat menonton film? Haduh saya bahkan sudah lupa. Oke baiklah, inilah dia... PERFUME, THE STORY OF A MURDERER Cast: Ben Wishaw, ALan Rickman, Rachel Hurd-wood, Dustin Hoffman, John Hurt (narator) dll. Director: Tom Tykwer Screenplay: Andrew Birkin, Bernd Eichinger, Tom Tykwer From The Novel by: Patrick SuskindJean-Baptise Grenouille adalah sebuah keajaiban yang terjadi di sebuah pasar ikan kumuh di sebuah kota di Paris. Suatu hari ibunya yang merupakan salah satu penjual ikan di sana melakukan persalinan sendirian, tanpa didampingi siapapun. Memperkenalkan Jean-Baptise ke dunia dengan cara yang semena-mena. Ini barulah pembuka film dan saya yakin kamu pasti akan ternganga sendiri melihat bagaimana cara si melahirkan Jean-Baptise saat itu. Namun, dari mukjizat yang tak dimiliki kakak-kakak sebelumya, tangisan Jean-Baptise membuat sebuah ironi awal dalam hidupnya; menyelamatkan nyawanya, namun membawa ibunya ke akhirat. Jean-Baptise kemudian tumbuh di sebuah panti di mana menampung anak yatim piatu merupakan mata pencaharian pasangan pemilik panti. Jangankan diperlakukan sebagai seorang anak, semua individu yang ada di sana kemudian dibesarkan menjadi budak yang diperlakukan tak jauh berbeda dengan binatang. Anugerah yang dimiliki Jean-Baptise ternyata tak berhenti saat peristiwa kelahirannya itu saja, beranjak dewasa, ia yang terlambat bicara memiliki penciuman yang jauh melampaui makhluk apapun. Dengan sekali hirup, Jean-Baptise dapat mendeskripsikan sebuah benda atau seseorang dengan detail yang bahkan oleh kasat mata saja tak dapat terlihat. Kelebihan yang dimilikinya inilah yang kemudian membuat seorang saudagar parfume yang nyaris bangkrut kemudian membelinya untuk kemudian bekerja dengannya. Benar saja, dengan kemampuannya tersebut, Jean-Baptise dapat menciptakan banyak aroma yang tak pernah diciptakan orang sebelumnya. Saudagar parfume itu kembali berjaya. Suatu ketika, Jean-Baptise mencium sebuah aroma yang mampu membuatnya merasakan getaran berbeda, datang dari seorang gadis cantik penjual buah. Ia yang seolah terbius dengan wangi tersebut kemudian mengikuti wanita tadi dan tak sengaja membunuhnya. Saat gadis itu mati, ia kehilangan aroma tubuh wanita tersebut, Jean-Baptise kalang kabut bukan main, untuk pertama kalinya ia tak dapat mencium sebuah aroma yang diinginkannya. Berpegang pada ilmu dasar dunia parfume yang diajarkan masternya di Paris, Jean-Baptise kemudian pergi ke Grass, berharap dapat mendapatkan ilmu membuat parfume dengan aroma yang sempurna, seperti yang ia dapatkan dari gadis tadi. Sampai di Grass, Jean-Baptise benar-benar menemukan formula untuk meracik parfume yang sempurna. Kamu harus menonton sendiri film ini untuk tahu terbuat dari apakah parfume racikannya itu. Saya benar-benar nggak habis pikir, apa yang ada dalam otak penulis cerita ini sampai dia punya imajinasi seliar itu. Dan Tom Tykwer benar-benar sangat sempurna memvisualisasikan semuanya di layar. Saya menahan nafas berkali-kali, nggak bisa menebak bagaimana cerita ini akan berakhir, dan apa lagi yang dilakukan Jean-Baptise terhadap parfume itu. Ditambah lagi sebuah adegan orgi di hampir ending film ini (argh.. saya tahu ini spoiler. Can't help it friends, sorry). Jujur, saya bukan penggemar adegan-adegan sex dalam film, suka sih, tapi nggak sebegitunya, malah kadang suka jijik sendiri truss saya skip. Tapi di film ini, adegan ini, di mana satu kota melakukan adegan tersebut di alun-alun, sampai pemuka agama mereka pun ikut terlibat. Dengan ritme yang sedikit diperlambat dan dengan diiringi musik klasik yang membuai. DEFINITELY! Inilah salah satu adegan terbaik dalam film ini. Saya terperangah! Beneran deh. Walaupun teman saya bilang, novelnya jauh lebih keren dari film ini, tapi yah whatever! Saya sudah cukup puas dengan film ini. Yang belum nonton, ayo cari di lapak... cherios -bee-270510 
 Entah sudah keberapa kalinya saya mengalami hal-hal ajaib seperti ini di belantara ibu kota. Saya ini tinggal di Depok dan suka sekali melanglang buana ke sana ke mari, terutama Jakarta, karena memang arena bermain dan bergaul di sana lebih luas dan menyenangkan. Teman-teman saya pun mayoritas berdomisili di Jakarta (kebanyakan selatan dan pusat). Untuk meraih ibukota negara tersebut, saya harus menempuh perjalanan kurang lebih satu sampai dua jam dengan kendaraan umum. Berdesakan dengan penumpang lainnya yang aroma tubuhnya udah kayak pasar ikan. Dan disupiri oleh para insan-insan muda yang mentalnya kebanyakan ditempa kerasnya kehidupan sehingga sudah nggak punya urat sabar lagi. Mereka menyebut diri mereka supir angkot dan bis, saya biasa menyebut mereka ORANG SINTING!!! Dan yang paling menyebalkan dari hal tersebut adalah, the fact that i have to pay them for risking my life over and over again like that. HATE THAT!!  Oke, itu tadi cuma racauan pembuka saja, untuk menggambarkan betapa senangnya saya saat suatu hari dulu melihat sebuah Vario biru bertengger di garasi rumah saya. Whoaaa... bapak beli motor matic, ini harus jadi milik saya! Mwahahaha... begitulah pikir saya waktu itu. Dan terwujudlah keinginan saya itu, saya berhasil memonopoli motor itu dan menjadi sahabat setia saya setiap bepergian. I called him Ninja Hatori, read THIS to know the story behind that name. Seperti biasanya, kemarin malam saya pergi bersama Hatori. Tujuannya adalah Pejaten Village, untuk transit sebelum saya ke Senayan City. Saya masih takut bawa motor ke daerah Blok M dan sekitarnya, terakhir bawa ke sana, pulangnya saya malah nangis di jalan karena ketakutan ahahahaha.... (sila tertawa nggak apa kok, itu memang konyol). Jadi inilah kebiasaan saya kalau mau pergi ke daerah blok M, Senayan, Sudirman dan sekitarnya: saya berangkat dari rumah naik Hatori, saya parkir dia di pejaten village, truss saya lanjut deh ke tujuan sebenarnya dengan transjakarta. Termasuk kemarin, saya berniat parkir hatori di pejavil, truss lanjut kopaja ke senayan city. Sampai akhirnya seorang laki-laki kekar, berkulit sawo matang, berikat kepala, dan berambut cepak menggertak saya dengan logat bataknya; “Mbak, minggir mbak! Minggir sebentar!” sayapun sontak bengong, jantung saya berhenti sejenak. Saya kebingungan. Karena ngeri akhirnya saya tepis tangan orang itu sambil terus memutar gas. Ditambah lagi ada bapak-bapak di samping kiri saya yang bantu menghadang preman tadi sambil terus bilang “Nggak ada nggak ada! Apa-apaan sih? Terus jalan mbak, jangan mau minggir!”. Alhamdulillah banget, masih ada orang yang peduli di sana. Tapi preman ini nggak berhenti mengejar saya, saat itu dia bilang motor yang saya kendarai ini motor kasus, dan dia menunjukkan buku dengan sederatan nomor-nomor polisi yang diakuinya nomor kendaraan berkasus. Saya tambah kalut dan lanjut kebut (hey! It's a rhyme  ). Belum sempat saya melaju jauh, tiba-tiba dari arah kanan saya datang lagi satu preman. Dengan sigapnya dia cabut kunci motor saya. Oke! Itulah saat saya merasakan puncaknya SYOK. Saya langsung grab tangan bapak yang nolongin saya tadi sambil mohon-mohon untuk nggak ninggalin saya. That was beyond scary. Saya dan bapak yang masih saya pegang tangannya itu stuck di tengah jalan depan stasiun tanjung barat. Dua preman tadi berdiri di hadapan kami. Yang sebelah kiri teriak-teriak ke bapak yang nolongin saya “Kalau bapak mau lapor polisi, SILAHKAN!” dan yang di sebelah kanan ngomong ketus ke arah saya “MINGGIR SEKARANG JUGA” sambil menunjuk sebuah pinggir jalan yang sepi dan gelap. Saya mencengkram tangan bapak tadi lebih kencang. Pusing, kalut, takut, bingung, semuanya ada di kepala saya. Nggak bisa mikir dong diteriak-teriakin kayak begitu. Sampai akhirnya sayapun teriak balik ke mereka “ Saya nggak mau ke sana! Itu sepi! Ke sana aja!” sambil menunjuk ke pinggir jalan yang ramai dan terang. Preman kanan tetep maksa saya minggir ke tempat gelap itu, sedangkan yang kiri sudah lebih lunak dan memperbolehkan saya minggir ke tempat terang. Dan mereka mulai mendesak saya untuk secepatnya ke pinggir, karena saat itu jalanan macet banget. Saya spontan kesel dong dan teriak lagi “GIMANA MAU MINGGIR? KUNCINYA DICABUT!!! Bego!!” (kata terakhir cuma ditambah dalam hati aja hehe..). Lalu preman sebelah kanan mengembalikan kunci motor kepada saya. Sayapun minggir, ke tempat terang dan ramai tentunya, masih diikuti bapak-bapak tadi. Sampai di pinggir, mulailah interogasi. Percakapan ini yang terjadi... Preman kanan Susanto siapa Susanto?
Saya (dalam hati) Susanto? Di penjara kali Pak, si kanibal itu kan? Oh salah itu Sumanto #hhzzzJAYUZZ (diomongin) Manalah saya tau siapa itu Susanto.
Preman Kiri Susanto itu pemilik motor ini, iya kan? Ini motor kasus!
Saya (kebingungan) apa maksudnya sih?
Bapak-bapak yang nolongin saya Nggak ada itu ceritanya kasus-kasus kayak gitu, kalo mau ke kantor polisi aja!
Preman Kiri Ini motor atas nama susanto kan? Liat dulu STNK nya.
Saya (dengan super duper bego nya, ngeluarin STNK) bukan kok, ini atas nama xxx
Preman Kiri (diam sebentar) oh, salah berarti mbak. Kami melakukan kesalahan, maaf ya mbak. Salaman dulu (sambil menjulurkan tangan)
Saya (makin bengong, salaman dulu? WHAT THE??) oh iya iya, nggak usah!
UDAH? GITU DOANG? Akhirnya saya menjalankan kembali motor saya sambil terus dikawal si bapak-bapak penolong tadi. Saya berkali-kali mengucapkan terimakasih ke dia, dan berkali-kali manggil dia dengan sebutan bapak. Sampai akhirnya dia membuka helm nya, dan di sanalah dia seorang pemuda yang terlihat seumuran dengan adik laki-laki pertama saya, tersenyum ke arah saya. Oke, sempat bengong dulu sebentar, sampai akhirnya saya bilang “Eh? Sori... thanks banget ya mas!” huahahahaha.... that was, funny! Stupidly funny, saya dah nggak tau lagi deh, muka saya dah berbentuk kayak apa saat itu. Kayaknya dia jengah saya panggil bapak terus, sampai merasa perlu membuka helmnya kayak begitu. Dia sempat tanya tujuan saya dan mengawal sampai saya harus belok ke arah TB Simatupang dan dia lurus ke pasar minggu. Katanya, kejadian kayak tadi pernah terjadi juga sama adiknya. Semoga Allah memberkahi dan memberi perlindungan buat mas itu dan adiknya. Siapapun anda mas, terimakasih banyak  Oke, kembali ke kasus saya. Terlihat ada yang ganjil nggak sih dari kejadian di atas? Semua itu terjadi begitu mudah. Preman itu menyerah begitu cepat. Setelah saya pikir-pikir lagi, saya baru sadar kebodohan yang sudah saya perbuat. Mereka, para preman itu, yang sekarang entah ada di mana, sudah memegang data lebih akurat tentang kepemilikan motor itu. Saya yang tadi kasih tahu dia, saya saya SAYA!!! Bego banget nggak sih? Tapi ada satu fakta baru yang mudah-mudahan memang ini yang benar. Waktu kemarin akhirnya bapak dan adik laki-laki saya menjemput ke pejaten village, bapak bilang ada kemungkinan preman-preman itu adalah debt collector. Ternyata memang Susanto lah pemilik motor itu, dan dia menjadikan hatori sebagai jaminan untuk berhutang kepada bapak saya. Beberapa hari yang lalu, Susanto datang ke bapak dan bilang kalau dia sudah nggak membayar kredit motor itu selama empat bulan. Ya ofkors lah preman kiri tadi bilang kalau motor itu motor kasus. Bapak, nggak pernah menyangka kalau hal itu malah bisa bikin celaka anak perempuan sulungnya. Akhirnya sekarang, hatori dikarantina sementara di rumah. Sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Ini artinya, saya harus mempekerjakan lagi para ORANG SINTING di atas tadi. Hhhggghhhh... Oh iyaaa... terimakasih banyak untuk Doroii dan Gita yang kemarin sudah bersedia menemani saya balik ke Pejaten Village, i really appreciate you guys, maaf banget ya jadi ngerepotin  . -bee- 270510
note: Cerita ini bisa juga dijadikan pembelajaran buat teman-teman semuanya. Kisah ini bisa jadi adalah sebuah modus operandi (yang kalau kata Doroii teman saya, udah basi banget) yang dipakai orang-orang jahat di luaran sana. Jadi, bilang sama semua teman, kakak, adik, mama, pacar, mamanya pacar, istri dan semua orang yang kalian sayangi, untuk lebih berhati-hati dan waspada. Untuk para debt collector di luaran sana, please deh kalau mau nagihin kredit jangan ujug-ujug arogan kayak begitu, saya bisa laporin kalian ke polisi dengan tuduhan tindakan kurang menyenangkan loh. Kalau memang motor itu atas nama Susanto, kalau memang Susanto yang kalian cari, ya silahkan buru dia ke rumahnya. Apa kalian buta? Mikir dong, bagian mananya sih dari penampilan saya yang bisa kalian nilai sebagai seorang SUSANTO? Sekian dan terimakasih, peace love and MIKIR OYY!!
|  | Yuhuuuu.... been a while since my last post, kangen juga post masakan di sini ehehe... Menu kali ini adalah perkawinan antara western dengan eastern food. Suatu kali saya pergi mengintili (mind my language ;p) teman ande saya ke sebuah perkantoran di daerah Sudirman. Berhubung dari pagi belum makan, kelaparanlah kami. Di sebuah sudut di lantai dasar gedung itu ada sebuah cafe yang penampilan luarnya lumayan meyakinkan. Berharap masakan di sana nggak mengecewakan, makanlah kami di cafe tersebut. Saat melihat nama masakan ini di menu makanan saya sempat mengernyit bingung 'Kungpao Shrimp'? nggak salah ya? kalau Kungpao Chicken saya sudah sering dengar, tapi shrimp? berdasarkan rasa penasaran itulah saya pesan makanan itu.
Setelah pesanan datang saya kembali mengernyit, aje gileee ni cafe pelit bener. Pada piring besar itu teronggoklah segulungan spagheti dengan kuah berwarna coklat dengan SATU udang dan BEBERAPA butir kacang mede. Ini niat nggak sih? sempet bete juga awalnya, tapi setelah saya makan, rasanya nggak mengecewakan sama sekali. Saya bahkan tertarik untuk mencobanya di rumah.
So here goes Spagheti with Kungpao Shrimp Sauce a la Uni Bee. ENJOY. 
Bahan
>> Spagheti kering >> Udang >> kacang mede (sangrai) >> cabe merah kering (iris tipis dan mengerong) * kemarin karena nggak ada cabai merah kering, saya akhirnya memakai cabe merah keriting biasa yang kemudian saya potong serong dan saya sangrai. >> bawang putih (cincang) >> bawang bombay (iris tipis) >> keju (parut) >> saus tiram >> maggy seasoning >> merica putih
Cara Buat
• Rebus spagheti (jangan lupa tambahkan minyak dan garam di air rebusannya) • Tumis bawang bombay dan bawang putih, lalu masukkan udang ke dalamnya. Setelah udang berubah warna, masukkan saos tiram dan maggy seasoning. Lalu tambahkan sedikit air agar bumbu tidak lengket pada wajan. • Masukkan parutan keju dan aduk sampai keju bercampur dengan bumbu. Tambahkan merica putih. • Masukkan irisan cabe kering dan kacang mede yang sudah disangrai. • Masukkan spagheti dan aduk kembali hingga rata. • Sajikan
note: Sebenarnya keju itu optional saja sifatnya. Kalau suka dengan rasa yang lebih Asia, lebih baik nggak usah pakai keju. Saya suka sekali dengan makanan ini, kapan-kapan mau banget bikin yang pakai daging ayam aja. Gimana? tertarik untuk bikin juga nggak? Gampang banget kan bikinnya? Silahkan dicoba lho 
-bee- 220510
|
 | Category: | Books | | Genre: | Literature & Fiction | | Author: | Alanda Kariza |
Pagi-pagi buta posting review... apa kabar duniaaaa??? 
Saya sempat mengira kalau buku ini adalah sebuah novel, berisikan satu cerita panjang tentang seorang laki-laki dan perempuan dan kisah pertemuan mereka hingga akhirnya berujung (yah, apa lagi kalau bukan) cinta. Tapi saya salah, saya mendapatkan lebih banyak kisah di sini, lebih banyak air mata dan lebih banyak sesak di dada haha... aduduh.. belum apa-apa sudah berlebay ria. Tapi bener deh, sudah lama saya nggak baca buku dan beneran nangis karena ceritanya. Saya bahkan merasa perlu untuk menghubungi Alanda saat selesai membaca cerpen pertama, dan mengatakan langsung reaksi saya itu. She really got me!
Well, here goes the complete review. Enjoy..
VICE VERSA Author: Alanda Kariza Publisher: Terrant Book Page: 180
Alanda membuka sajian istimewanya dengan sebuah cerpen yang bertajuk sama dengan yang ada di sampul buku, Vice Versa. Kisah tentang seorang gadis yang baru saja putus dari kekasihnya tanpa tahu penyebabnya. Gadis itu hanya mendapat penjelasan bahwa seperti datangnya cinta, tak ada alasan jelas mengapa ia bisa hilang begitu saja, laki-laki itu sudah tidak cinta, titik. Si gadis yang patah hati ini selalu bertanya-tanya dan menerka-nerka kesalahan yang telah diperbuatnya hingga berdampak seperti saat itu, sampai akhirnya ia bertemu dengan seseorang yang seolah memang sudah dikirim Tuhan untuknya mengerti bahwa tanpa ada alasan apapun, seperti datangnya, cinta bisa hilang begitu saja. Vice Versa...
Selebihnya, di 17 cerpen lainnya Alanda seolah memecah bola kehidupan di depan matanya dan memasuki raga berbagai karakter lalu mulai mengamati satu per satu, menuliskannya menjadi sebuah kisah. Ia ambil banyak sudut pandang dan menyajikan cita rasa yang berbeda di setiap cerpennya. Lihat bagaimana ia menjelma menjadi anak berusia sembilan tahun yang suka bersembunyi di balik lemari sambil memeluk foto keluarganya dalam POTRET. Lihat bagaimana ia menjadi laki-laki yang mengaku kalah pada egonya karena tak dapat berjuang demi wanita yang dia cintai pada cerpen IKAN. Lihat bagaimana ia menjadi laki-laki dewasa yang sudah lama tak bertemu ayahnya karena sibuk dengan keluarga kecilnya sendiri, bagaimana ia mempersiapkan sebuah kejutan untuk ulang tahun ayahnya itu pada BUKU DAN GULA AYAH. Lihat bagaimana ia bertutur tentang kekejaman perilaku anak sekolah penganut senioritas di cerpen TIRAI. Alanda bahkan bisa keluar dari dirinya sendiri yang belum genap berusia dua puluh tahun dan menjelma menjadi Diandra yang berusaha untuk keluar dari kehidupan pernikahannya dengan Yudhis yang berawal dari perjodohan keluarga dalam cerpen BUNGA. Namun kemudian dia kembali pada sosoknya sendiri untuk kemudian bertutur tentang percintaan remaja yang PLATONIK dalam cerpen berjudul sama. Serta masih banyak lagi cerita pendek dengan tema sederhana namun sering luput dari perhatian kita.
Seperti yang saya ungkap di awal tadi, Alanda mampu menuliskan kisah-kisah yang menyentuh dengan pilihan kata menarik yang tak banyak dimiliki gadis seusianya. Namun tak dipungkiri memang ada beberapa cerpen yang membuat saya bosan dan enggan membacanya baris demi baris, yang penting tahu intinya lalu sudah, lupakan saja. Tapi semua itu terlupakan oleh suguhan kalimat dan kutipan menarik dari lagu-lagu yang sesekali tersisip di beberapa cerpen yang saya pribadi jarang mendengarnya. Satu hal yang ingin saya pelajari setelah membaca buku ini adalah membuat fiksi yang didominasi deskripsi dan minim dialog namun tak membosankan untuk dibaca. Kecerdasan Alanda mampu mewujudkannya dan buku ini adalah buktinya.
Di usianya yang relatif muda, Alanda tampak fasih menuliskan kisah-kisah yang terjadi pada orang-orang yang lebih tua darinya. Meski belum pernah menginjakkan hidupnya dalam usia tersebut, ia berani mengobrak-abrik khayalnya dan menganalisa sebuah peristiwa sehingga menjadi satu cerita. Walau saya masih bisa merasakan sosoknya yang perempuan saat menuliskan tokoh laki-laki, masih bisa menemukan aura remaja saat ia bertutur tentang Diandra, masih bisa menemukan kedewasaan saat ia berkisah tentang anak kecil yang rumahnya terkena gusur. Well, meski bukan karya pertamanya buku ini tetap saya anggap sebagai awal yang sudah lebih dari baik untuk Alanda yang bermimpi ingin membuat kumpulan cerpen sekaliber Filosofi Kopi milik Dee Lestari. You go girl, acungan jempol buat gadis putih mungil dengan banyak talenta ini, saya masih menunggu karya-karya selanjutnya.
Cherios
-bee- 200510

 | What they say... | |
 | Bee! Happy Birthday yahhhhhh
kangen baca tulisan2 Bee lagi heuuu |
| |